Menggantungkan amal pada perbuatan

Bismillahirrohmaanirrohim

saya bingungmau ngasih judul apa, tapi gak apa-apa lah begitu aja. he

suatu ketika ada seseorang (zaid)  yang sholeh yang ingin membeli sesuatu, sebut saja motor, dia membeli motor tersebut kepada seseorang baru dikenalnya, yaitu si belatung yang ngontrak, dia menjajnjikan harga yang murah.

suatu ketika ada beberapa tetangganya yang mengingatkan bahwa si belatung tersebut ada kejanggalan, dari mulai harga dan gerakgeriknya, tapi si Zaid dan istrinya bersikukuh bahwa sibelatung orang jujur dan bla bla bla bla, ketika peringatan sudah disampaikan maka gak ada kekuatan buat tetangga untuk bergerak lebih jauh.

zaid dan istrinya bersikukuh berbicara “gak mungkin dia (si Belatung) berbuat curang”, dan juga bilang “gak mungkinlah dia menipu kan saya sudah mengeluarkan zakatnya dari pembelian itu” memang yang waktu itu uang pembelian dikasih ke si Belatung dulu dan akan keluar barangnya seminggu kemudian.

dan pada akhirnya kenyataan berkata lain Allah SWT menghendaki lain, si Belatung memang seorang penipu, dan uang pembelian raib semua, bahkan mencapai besaran yang banyak. lalu istri zaid bilang “kenapa saya sampai tertipu, padahal saya sudah mengeluarkan zakat untuk barang tersebut, saya juga selalu berbuat baik baik pada orang ataupun hewan”, lalu ada yang menasehati yang intinya kebaikan yang kita lakukan, tidak seabanding dengan kebaikan yang allah berikan pada kita, jadi jangan berbantung pada amal baik, tapi bergantung sama Allah SWT yang mempunyai kebaikan, maka kita akan selalu berhati-hati.

mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi saya pribadi, Aamiin

Categories: Dunia Islam | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.